Selasa, 26 Februari 2013

Beberapa Teknik dalamFotografi



Teknik-teknik dasar pemotretan adalah suatu hal yang harus dikuasai agar dapat menghasilkan foto yang baik.Kriteria foto yang baik sebenarnya berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang dapat dijadikan acuan.Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat.

A. FOKUS
Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus). Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur). Pada ring fokus, terdapat angka-angka yang menunjukkan jarak (dalam meter atau feet) objek dengan lensa.

B. EKSPOSURE
Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. Dalam hal ini, cahaya yang diterima objek harus cukup sehingga dapat terekam dalam film. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed).

Æ Bukaan Diafragma (apperture)
Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Ukuran besar bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka ini tertera pada lensa : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Angka-angka tersebut menunjukkan besar kecilnya bukaan diafragma pada lensa.Bukaan diafragma digunakan untuk menentukan intensitas cahaya yang masuk.

Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma ialah berbanding terbalik.
"Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit.Sebaliknya, semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak."

Kecepatan Rana (shutter speed)
Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai film. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang film dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang film dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana aka membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari film.

Senin, 25 Februari 2013

Understanding photographers



PHOTOGRAPHY IS ART


Preliminary
I think "Photography is an art, it is also part of the art".
Early
At the beginning of this paper, I have to say that photography is an art.
Indeed, we know that the photographs are the end result of a process that occurs immediately (split second) and also photographs the end result that occurs from a tool called a camera and then process the last to realize that work is a chemical process (darkroom or lab color print).
Further photographs are the copyrighted work that comes from recording in a realistic situation there (subject) or the naked eye, unlike photographs paintings where the creator can create or perform transformations of what he saw or felt, his photo is recorded.
state what is (realistic and visible), it is also said to be similar artist Adi Wicaksono in his paper "The reality of the meaning of photography" says that the photo is a representation of the world over the object or reality show, reality presents intact. But that's not what makes the photographs are art!

Art
To answer of where a work of art and is said to answer that photo is the art we know first is the definition of art itself is written with a lot of writing, such as:

• Arts in art education handbook, written by Dharmawan, publisher AMICO, page 2, art is "........... Through art he made, the artist declared its existence, revealing jiwannya and emotions and experiences and aesthetic appreciation; through the works of art of an artist talk about his views, ideals, character, and character, as well as the ups and downs or miss revenge and so on. So he explained artwork serves as a medium of expression for the author ......... ....... "

• Art in Aesthetics Books, essays Egune Vernon, WHArmstrong translation, London, p 89 "Art is the manifestation of emotion obtaining external interpretation ....."

• Art in the article by Dadan Suwarna expression of art and subjectivity region, By Dadan Suwarna, Reuters July 18, 1999, Page 5 "The Art of Self talk more about the expression of the artist to glimpse life issues"
note: the definition of art that are listed with the development of the theory of art in the era of 19's.
Then it is clear from the above definitions that the art of speaking to a human being over revealing herself into the work, whether the expressions of feelings, kebenciaan, joy, freedom, etc. ... hereinafter all referred to the expression.

Pengertian fotografer



FOTOGRAFI ADALAH SENI


Pendahuluan
Saya berpendapat "Fotografi adalah seni , ia juga bagian dari seni".
Awal
Pada awal tulisan ini saya telah mengatakan bahwa fotografi adalah seni.
Memang kita mengetahui bahwa sebuah karya foto adalah hasil akhir dari sebuah proses yang terjadi seketika (sepersekian detik) & karya foto juga hasil akhir yang terjadi dari alat yang bernama kamera dan selanjutnya proses yang terakhir untuk mewujudkan karya tersebut adalah proses kimiawi (kamar gelap atau lab cetak warna).
Selanjutnya karya foto adalah karya cipta yang berasal dari rekaman keadaan yang secara realistis ada (subyek) atau kasat mata, karya foto tidak seperti karya lukis dimana si pencipta dapat menciptakan atau melakukan transformasi dari apa yang dilihatnya atau dirasakannya, karya foto adalah rekaman.
keadaan apa yang ada (realistis dan kasat mata) , hal ini serupa yang juga dikatakan seniman Adi Wicaksono dalam papernya "Realitas dalam makna fotografi" mengatakan bahwa foto adalah representasi ulang dunia obyek atau kenyataan, menampilkan, mempersembahkan utuh kenyataan. Tapi bukan itu yang menjadikan karya foto adalah seni !.
Seni
Untuk menjawab dari manakah sebuah karya dikatakan seni dan untuk menjawab bahwa foto adalah seni adalah dengan kita mengetahui dahulu definisi dari seni itu sendiri yang tertulis melalui banyak tulisan, seperti :

• Seni menurut Buku Pegangan pendidikan seni rupa , karangan DHARMAWAN , penerbit AMICO , hal 2 , seni adalah "...........Lewat karya seni yang dibuatnya , seorang seniman menyatakan keberadaanya, mengungkapkan jiwannya dan emosinya serta pengalamannya dan penghayatan estetisnya; lewat karya seni seorang seniman bercerita tentang pandangan hidupnya, cita-cita, watak, dan karakternya, serta suka duka atau rindu dendamnya dan sebagainya. Jadi jelasnya karya seni berfungsi sebagai media ekspresi bagi pembuatnya................",

• Seni menurut Buku Aesthetics, karangan Egune Vernon , terjemahan W.H.Armstrong, London, hal 89 "Art is the manifestation of emotion obtaining external interpretation.....",

• Seni menurut Dadan Suwarna dalam artikel Ekspresi seni dan wilayah subyektifitas , Oleh Dadan Suwarna, Kompas 18 Juli 1999, Hal 5 "Seni sendiri lebih banyak berbicara tentang pengekspresian seniman terhadap sekelumit persoalan kehidupannya"
catatan : definisi seni yang dicantumkan sesuai perkembangan dari teori seni pada era 19-an.
Maka jelas dari definisi-definisi diatas bahwa seni lebih bicara kepada diri manusia yang mengungkapkan dirinya kedalam karya itu, entah yang diungkapan perasaan, kebenciaan, kegembiraan, kebebasan dll... yang selanjutnya semua itu disebut ekspresi.


Asal Kata fotografi????
Mata manusia dapat melihat, karena ada cahaya yang menyinari benda tersebut, dan memantulkan ke mata kita sehingga dapat dilihat oleh mata manusia.Begitu juga dengan fotografi.Cahaya yang dipantulkan di tangkap dan direkam oleh media perekam film / sensor digital.Cahaya menajadi media penghantar warna dan bentuk benda alam kedalam mata / film / sensor digital.Fotografi berasal dari kata PHOTOS yang berarti CAHAYA dan GRAPHOS yang berarti MENULIS atau MELUKIS. Foto tidak akan jadi tanpa cahaya.
Jenis - Jenis Cahaya…??
Cahaya Alam: •Matahari, Api, Lava
Cahaya Buatan : •Continous Light •Flash Light
Setiap cahaya di nyatakan dalam derajat Kelvin antara 2000 K - 20.000 K. Dalam bahasa digital, warna cahaya di nyatakan dalam White Balance
Jenis-ejnis kamera,,,??

•Kamera 35 mm compact / pocket.



















•Kamera 35 mm range finder

















•Kamera 35 mm SLR (Single Lens Refflect).


















•Kamera TLR (Twin Lens Refflect)


 















•Kamera Medium format.


















•Kamera View / Large format.




















•Kamera Digital.


 













•Kamera instan.
















Cara kerja Kamera?
Obyek diterangi cahaya>>>cahaya dipantulkan obyek masuk kedalan lensa>>>kemudian difokuskan>>>dipantulkan cermin>>>gambar dibalik oleh prisma>>>hingga dapat dilihat di jendela bidik.
Ketika tombol pelepas rana / shutter release ditekan, cermin terangkat, menutupi tabir pengamat (focusing screen) sehingga cahaya membakar film / ditangkap sensor digital. Sesudah cahaya mengenai film / sensor, cermin kembali ketempat semula.
Treeangle kamera/ tiga hal dalam fotografi yang penting dan perlu dikuasai?


Proses

Memang dalam segi proses karya foto dan karya seni rupa yang dihasilkan sang seniman sangat berbeda. Karya seni rupa benar-benar upaya dari sang seniman untuk dapat mentranformasikan apa yang ada baik itu abstrak (perasaan / emosi) atau kasat mata. Seniman seni rupa lebih berperan dalam proses penciptaan karyanya dari awal hingga akhir (bersingungan langsung), ada intens kedekatan antara sang seniman dan karyanya.
Seni rupa lebih bebas di ekspresikan tanpa batasan-batasan, akhirnya karya seni rupapun berkembang, dari masa klasik, naturalis, ekspresionis, impresionis, dadais, suryalis, kubisme dan lain sebagainya.

Sedangkan karya foto lebih kepada upaya menduplikasi kembali keadaan yang nyata ada (reduplikasi kenyataan ) atau menyajikan kembali / mempresentasikan kembali keadaan yang ada (relalistis) kasat mata secara utuh, yang semua itu terjadi seketika. Maka karya fotogarfi seni lebih bersifat menyimbolkan apa yang diekspresikan oleh fotografer melalui subyek yang diabadikannya.
Pada proses fotografi, kadang kala seorang fotografer tidak perperan penuh dari awal hingga terjadinya karya foto, kadang proses finishing seperti cuci dan cetak dikerjakan bukan oleh dirinya (kecuali apabila ia pun memahami proses darkroom).
Hal inilah yang kadang membuat fotografi diangap telah merusak kesenian, fotografi telah mengancam seniman seni rupa,"Fotografi telah menodai kesucian kesenian dengan menghapus kesenimanan"seperti yang dikatakan Rama Surya dalam Fotomedia 1996, berjudul Yang kuat yang kalah selanjutnya hal sama dikemukakan oleh C.R Badcock dalam bukunya "Kegilaan dan modernitas", penerbit Arcan, "sejak fotografi muncul .... pelukis secara efektif menjadi musuh kultur modern dan musuh teknologi yang, dalam bentuk kamera, mengancam dan menghancurkan raison d'etre artistik". Selanjutnya fotografer pun dimarjinalkan dengan sebutan seniman instanmatik, tukang.

Fotografi adalah Seni melihat
Dalam kamus bahasa Indonesia pengertian fotografi adalah seni atau proses penghasilan gambar dan cahaya pada film. Pendek kata, penjabaran dari fotografi itu tak lain berarti "menulis atau melukis dengan cahaya". Tentunya hal tersebut berasal dari arti kata fotografi itu sendiri yaitu berasal dari bahasa Yunani, photos (cahaya) dan graphos yang berarti tulisan.
Nah, melihat pengertian tersebut terlihat ada persamaan antara fotografi dan karya seni lukis atau menggambar.Yang jelas perbedaannya terletak pada media yang digunakannya.

Bila dalam seni lukis yang dipakai gambar dengan menggunakan media warna (cat), kuas dan kanvas.Sedangkan dalam fotografi menggunakan cahaya yang dihasilkan lewat kamera. Tanpa adanya cahaya yang masuk dan terekam di dalam kamera, sebuah karya seni fotografi tidak akan tercipta.

Selain itu, adanya film yang terletak di dalam kamera menjadi media penyimpan cahaya tersebut.Film yang berfungsi untuk merekam gambar tersebut terdiri dari sebuah lapisan tipis.Lapisan itu mengandung emulsi peka di atas dasar yang fleksibel dan transparan.Emulsi mengandung zat perak halida, yaitu suatu senyawa kimia yang peka cahaya yang menjadi gelap jika terekspos oleh cahaya. Ketika film secara selektif terkena cahaya yang cukup maka sebuah gambar tersembunyi akanterbentuk. Tentunya gambar tersebut akan terlihat jika film yang telah digulung ke dalam selongsongnya kemudian dicuci dengan proses khusus.

Aktivitas berkreasi dengan cahaya tersebut tentunya sangat berhubungan dengan pelakunya (subjek) dan objek yang akan direkam. Setiap pemotret mempunyai cara pandang yang berbeda tentang kondisi cuaca, pemandangan alam, tumbuhan, kehidupan hewan serta aktivitas manusia ketika melihatnya di balik lensa kamera. Cara memandang atau persepsi inilah yang kemudian direfleksikan lewat bidikan kamera.Hasilnya sebuah karya foto yang merupakan hasil ide atau konsep dari si pembuat foto.
Andreas Feininger (1955) pernah menyatakan bahwa "kamera hanyalah sebuah alat untuk menghasilkan "karya seni". Nilai lebih dari karya seni itu dapat tergantung dari orang yang mengoperasikan kamera tersebut.

Tampaknya ungkapan Feininger ada benarnya.Bila kamera diumpamakan sebagai gitar, tentunya setiap orang bisa memetik dawai gitar tersebut.Tapi belum tentu mampu memainkan lagu yang indah dan enak didengar.Begitu halnya dengan kamera, setiap orang dapat saja menjeprat-jepret dengan kamera untuk menghasilkan sebuah objek foto.Tapi tidak semua orang yang mampu memotret itu menghasilkan karya imaji yang mengesankan. Sebuah foto yang sarat akan nilai di balik guratan warna dan komposisi gambarnya.

Bila sebuah karya foto adalah hasil kreativitas dari si pemotret, tentu saja ada respon dari orang yang memandangnya. Almarhum Kartono Ryadi, fotografer kawakan di negeri ini pernah berkomentar, bahwa foto yang bagus adalah foto yang mempunyai daya kejut dari yang lain. Pandangan tentang bagaimana nilai foto yang bagus itu juga dikemukakan oleh seorang fotografer professional, Ferry Ardianto.
Menurut dia foto yang bagus adalah foto yang informatif yang mencakup konteks, content , dan komposisi (tata letak dan pencahayaan). Maksud dia, konteks berarti ada hal yang ingin divisualkan dengan jelas, misalnya tentang pemandangan. Di sisi lain, istilah content maksudnya apa yang ingin ditampilkan untuk memenuhi konteks gambar tersebut.

Foto Digital
Lalu bagaimana dengan maraknya foto digital?Berbeda dengan kamera konvensional, fotografi digital tidak lagi memerlukan film, kamar gelap dan aneka jenis bahan kimia untuk mencuci film.Sebagai pengganti film, di dalam kamera jenis ini dipakai alat berupa chip yang disebut charge couple device (CCD) untuk merekam gambar.
Walaupun demikian, presepsi akan definisi dasar bahwa teknik fotografi adalah "melukis dengan cahaya" belum berubah. Pasalnya fotografi digital telah tercipta melalui proses kreatif manusia dengan bantuan kamera. Hukum-hukum fotografi yang mencakup pencahayaan, bukaan diagfragma, kecepatan (speed), dan ruang tajam (depth of field), tidak mengalami perubahan.

Menurut Drs. Purwanto, seorang dosen seni rupa Universitas Diponegoro, Semarang, fotografi dalam kedudukannya adalah seni yang sejajar dengan senirupa lainnya di Indonesia. Hanya saja sudah semestinya fotografi dengan segala bentuk eksplorasinya tidak boleh keluar dari batasan-batasan fotografi itu sendiri.
Dalam fotografi yang bermakna seni untuk melihat, menuntut sikap pemotret untuk selalu mengasah teknik-teknik dasar fotografi itu sendiri. Elemen dasar tersebut berupa bentuk, tekstur, garis serta pola yang sangat memengaruhi imaji yang akan diabadikan.

Bila elemen tesebut dikombinasikan dengan unsur komposisi, bingkai, sudut bidik serta pencahayaan yang tepat, tentunya akan menghasilkan foto yang lebih bermakna.
Hasil karya seni memang relatif, bagaimana cara orang memandang, dari sudut mana. Para pembuat foto tentunya ingin orang lain menikmati dan menghargai hasil bidikannya.

Daftar Istilah Fotografi
Dalam seni rupa, fotografi adalah proses pembuatan lukisan dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Untuk menghasilkan ukuran cahaya yang tepat untuk menghasilkan bayangan, digunakan bantuan alat ukur lightmeter.Setelah mendapat ukuran cahaya yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur cahaya tersebut dengan mengatur ASA (ISO Speed), diafragma (aperture), dan penggunaan filter.
slowspeed dalam photografi
username :MunawirN

biasanya photo ini diambil pada malam hari dan cahaya yang sedikit namun ada pula yang mengemukakan bahwa photoslow speed harus speed yang rendah dan bukaan yang besar dan uga harus menggunakan treepot…

photo slowspeed bukan hanya menggunakan kamera digital tapi juga bisa menggunakan kamera analog dari namanya saja kita sudah tau perbedaannya dan cara menggunakannya, misalkan kita menggunkan kamera digital kita hanya menyeting kameranya misalkan diagfragma..speed…dan iso..sedangkan pada kamera analog kita memerlukan bantuan jam untuk berapa lama kita menekan staterkonnya dan kalo hasilnya kita belum tau hasilnya bagus atau ofer ander tapi bila kita mendapatkan hasil yang menarik kita bisa mencetak sebesara apapun karena tidak terhambat oleh ukuran photo….sedangkan kamera digital kita bisa melihat hasilnya langsung dan tau yang mana yang hasil bagus dan yang mana yang hasilnya ofer dan ande sehingga kit bisa mendelet photonya dan kameara digital mempunyai batasan ukuran photo sehingga tidak bisa diperbersar…jika diperbesar maka hasil cetakanya akan pecah….

Jenis-jenis dan pengertian fotografi





Jenis-jenis dan Pengertian Fotografi, - Photography / Fotografi adalah sebuah bentuk seni yang luas, mencakup lebih dari sekedar landscape, potrait atau fotografi glamor saja, fotografer profesional dan amatir dapat mendukung tipe fotografi tertentu, sementara seorang fotografer profesional dapat bekerja dalam foto jurnalistik, amatir mungkin sangat tertarik pada macro photography. Baca terus untuk mengetahui lebih banyak tentang berbagai jenis fotografi. 

Photo journalism
Meskipun amatir bisa masuk ke bidang ini tanpa pelatihan formal, photojournalism sering terbatas pada profesional. Salah satu alasan jurnalistik umumnya dipraktekkan oleh para profesional adalah bahwa photojournalists serius, harus yakin bahwa tembakan mereka mempertahankan integritas adegan asli. Photojournalism membutuhkan fotografer untuk mengambil hanya fakta, tidak ada perubahan atau manipulasi pada foto. Gambar Photojournalism sering melibatkan pemirsa dengan berita. Misi dasar Photojournalism adalah mengambil gambar untuk menemani berita (apakah itu disiarkan atau diterbitkan di Koran atau majalah). Namun, gambar foto jurnalistik benar-benar hebat harus menceritakan kisah sebelum teks atau penyiar. Gambar Photojournalism mencoba untuk menangkap perhatian pemirsa dan emosi sekaligus membujuk pemirsa untuk terus mendengarkan atau membaca tentang cerita. Sebuah aspek kunci dari foto jurnalistik adalah untuk menyajikan gambar yang akurat yang tidak membahayakan integritas situasi aktual.








Documentary Photography


 



Lewis Hine dan James Van DerZee adalah dua pelopor fotografi dokumenter. Foto dokumenter menceritakan kisah dengan gambar. Perbedaan utama antara foto jurnalistik dan fotografi dokumenter adalah bahwa fotografi dokumenter dimaksudkan untuk melayani sebagai dokumen sejarah era politik atau sosial, sementara photojournalism adegan tertentu atau contoh, seorang fotografer dokumenter mengambil serangkaian gambar dari pusat kota tuna wisma atau rentetan peristiwa pertempuran internasional. Setiap topik dapat menjadi subyek fotografi dokumenter. Seperti foto jurnalistik, fotografi dokumenter berusaha untuk menunjukkan kebenaran tanpa memanipulasi gambar. Fotografi Dokumenter mengacu pada bidang fotografi di mana gambar yang digunakan sebagai dokumen sejarah, bukan untuk melayani sebagai sumber seni atau kesenangan estetika, fotografi dokumenter sering digunakan untuk menghasut perubahan politik dan sosial karena kemampuannya untuk menangkap kebenaran sifat gambar atau lokasi.







Action Photography
Action Photography biasanya dilakukan pada fotografi olahraga, mengambil object-object yang bergerak cepat dan fotografi jenis ini di golongkan pada fotografi yang paling menarik dari fotografi. Seperti halnya tindakan seorang fotografer olahraga yang baik harus tahu subjek nya cukup baik untuk mengantisipasi kapan harus mengambil gambar. Aturan yang sama berlaku untuk fotografer yang mengambil gambar aksi hewan di alam atau pesawat lepas landas.

Macro photography
Macro photography menggambarkan bidang fotografi di mana gambar diambil dari jarak dekat. Setelah dibatasi untuk fotografer dengan peralatan canggih dan mahal, macro photography sekarang lebih mudah bagi amatir untuk berlatih dengan kamera digital dengan pengaturan makro. Subyek photography macro mungkin termasuk serangga, bunga, tekstur tenunan sweter atau benda yang mengungkapkan detail yang menarik.  Setiap benda kecil dapat menjadi subjek untuk fotografi makro. Sebuah foto makro yang baik mengungkapkan detail dan tekstur pada objek yang tidak dapat diamati dengan fotografi biasa atau oleh mata undiscerning. Menurut definisi, subyek fotografi makro are endless! Karena fotografi makro meningkatkan rincian dari subjek, alam berfungsi sebagai subjek yang sangat baik bagi mereka. 

Micro photography
Microphotography menggunakan kamera khusus dan mikroskop untuk menangkap gambar subyek yang sangat kecil. Kebanyakan aplikasi micro photography paling cocok untuk dunia ilmiah. Misalnya, micro photography digunakan dalam disiplin ilmu yang beragam seperti astronomi, biologi dan kedokteran.







Glamour Photography
Glamour adalah fotografi romantis yang dimaksudkan untuk menjadi erotis tanpa pornografi. Berfokus pada ketelanjangan atau pose seram, fotografi glamour berusaha untuk menangkap subjek dalam pose yang menekankan kurva dan bayangan. Seperti namanya, tujuan fotografi glamor adalah untuk menggambarkan model dalam cahaya glamor. Tembakan glamour banyak membawa genit dan misterius. Fotografi Glamour didefinisi ulang oleh setiap generasi, tergantung pada arus sosial dan politik saat itu. Pada tahun 1940, foto-foto gadis "pinup" dianggap glamourous. Gambar Betty Grable, salah satu model glamor yang paling populer. Pada tahun 1960, model yang berpose untuk tembakan glamour dalam pakaian skimpier, pakaian renang kecil atau sebagian telanjang. Fotografi Glamour bergantung pada kekuatan sugesti, menyinggung kurva dan zona erotis tanpa benar-benar menunjukkan detail grafis, akibatnya, foto glamour membawa nada misteri dan romantisme, dan banyak daya tarik fisik. 

Aerial Photography
Aerial Photography atau fotografi udara biasa digunakan untuk keperluan pemetaan, survei, penggukuran tata ruang dan pertanian, atau untuk tujuan militer. Fotografer udara menggunakan pesawat, ultralights, parasut, balon dan pesawat remote control untuk mengambil gambar dari udara.


Underwater Photography
Fotografi bawah/dalam air biasanya digunakan oleh penyelam scuba atau perenang snorkel. Namun, biaya scuba diving ditambah dengan peralatan fotografi sering mahal dan berat di bawah air, membuat ini menjadi salah satu kekurangan umum pada fotografi bawah air. Demikian pula jika seorang amatir memiliki peralatan dan scuba, mengambil gambar bawah air dapat menjadi rumit, karena kacamata scuba yang diperbesar dan mendistorsi visi fotografer. Dalam fotografi bawah air, fokus yang ideal terjadi tiga / empat kaki di depan kamera. Karena refraksi air, dibutuhkan sedikit latihan untuk menentukan dengan tepat di mana hal ini.


Art Photography
Fotografi artistik dapat merangkul berbagai mata pelajaran. Sementara fotografer alam dapat menggunakan fotografi bawah air untuk membuat seni pertunjukan berdasarkan kehidupan laut, menunjukkan potret seorang fotografer mungkin fitur portraitures artistik hitam dan putih. Dalam semua kasus, foto-foto harus memiliki nilai estetika seni. Fotografi Seni Rupa juga dikenal hanya sebagai seni fotografi, mengacu pada cabang fotografi yang didedikasikan untuk memproduksi foto untuk tujuan murni, yaitu estetika. Seni fotografi baik bertempat di museum dan galeri, terutama berkaitan dengan menyajikan benda-benda yang indah atau benda biasa dengan cara yang indah untuk menyampaikan intensitas dan emosi. Banyak dari seni fotografi diproduksi dalam jumlah terbatas dan digunakan dalam iklan atau majalah. Namun, karena setiap orang memiliki pandangan individu tentang apa yang merupakan keindahan, mengartikan apa yang atau tidak fotografi seni rupa adalah sepenuhnya subyektif. Tantangan lain dalam dunia fotografi seni rupa adalah kenyataan bahwa fotografi adalah media yang relatif seni, dibandingkan dengan lukisan atau musik.

Portraiture
Portraiture Photography atau fotografi portrait adalah fotografi seseorang atau sekelompok orang yang menampilkan ekspresi, kepribadian, dan suasana hati subjek. Fotografi Portrait biasanya fokus pada wajah seseorang, meskipun seluruh tubuh dan latar belakang. Foto potret telah dilakukan hampir sejak penemuan kamera . Biaya yang relatif rendah dari Daguerreotype pada pertengahan abad ke-19 dan waktu duduk berkurangnya subjek, meskipun masih lebih lama dari sekarang, menyebabkan kenaikan umum dalam popularitas fotografi potret. Gaya karya-karya awal mencerminkan tantangan teknis yang terkait dengan waktu pemaparan panjang dan painterly estetika waktu. Subjek umumnya duduk terhadap latar belakang polos dan diterangi dengan cahaya lembut dari jendela overhead dan apa pun bisa tercermin. Kemajuan dalam peralatan fotografi dan teknik yang dikembangkan, dan memberikan fotografer kemampuan untuk menangkap gambar dengan waktu pemaparan pendek dan pembuatan potret luar studio. 

Advertising Photography
Karena fotografi memainkan peran penting dalam periklanan, fotografer profesional banyak mengabdikan karier mereka untuk fotografi iklan. Kebutuhan untuk menyalin iklan unik dan eye-catching berarti fotografer dapat bekerja dengan beberapa jenis fotografi, termasuk macro photography dan fotografi glamor.